Sunday, October 18, 2015

Eksim

Eksim

Eksim atau sering disebut eksema, atau dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan.[1] Istilah eksim juga digunakan untuk sekelompok kondisi yang menyebabkan perubahan pola pada kulit dan menimbulkan perubahan spesifik di bagian permukaan.[1] Istilah ini diambil dari Bahasa Yunani yang berarti 'mendidih atau mengalir keluar'.[1]

Tipe

Beberapa tipe eksim yang ada adalah:
  • Dermatitis atopik: salah satu jenis eksim yang paling sering dijumpai dan merupakan penyakit turunan. Dermatitis atopik umumnya dimulai ketika bayi dan masih anak-anak dengan gejala berupa gatal, radang kulit, dan pada sebagian penderita sering timbul asma dan demam hay (hay fever).[2]
  • Dermatitis kontak: meliputi dermatitis kontak alergik dan iritan. Dermatitis kontak alergik disebabkan oleh reaksi kekebalan tertunda (delayed immune system) akibat kontak kulit dengan senyawa alergenik sehingga menyebabkan radang kulit dalam 48 jam setelah paparan terjadi. Beberapa agen penyebab eksim jenis ini adalahjelatang, parfum, pengawet kosmetik, metal, dan pewarna. Dermatitis kontak iritan terjadi karena paparan senyawa iritan yang dapat merusak kulit secara kimiawi, contohnya sabun keras, detergen, dan produk pembersih lainnya. Senyawa iritan tersebut dapat menghilangkan minyak dan kelembaban dari lapisan luar kulit, kemudian merusak lapisan pelindung dan memicu terjadinyaperadangan.[2]
  • Eksim numular: beberapa plak eksim yang biasanya berhubungan dengan kulit kering dan terjadi pada bagian luar dari kaki, tangan, dan lengan.[2]
  • Eksim stasis: jenis eksim kronis pada daerah bawah kaki bagian dalam yang berkaitan dengan varises.[2]

Gejala

Gejala utama dari timbulnya eksim ringan adalah daerah halus, sedikit memerah kering, bersisik, dapat menimbulkan gatal ataupun tidak, dan biasanya terdapat pada kaki atau lengan.[3][4] Pada penderita eksim akut, kulit akan mengalami gatal yang intens, biasanya terjadi di bagian depan siku, belakang lutut, dan wajah.[3] Namun, setiap daerah kulit mungkin terpengaruh. Selanjutnya, kulit menjadi lebih sensitif terhadap kain gatal, terutama wol.[3]Pada musim dingin, eksim akan menjadi makin parah karena udara di dalam ruangan sangat kering.[3]

Faktor yang Mempengaruhi

Beberapa material yang dapat memperburuk eksim adalah pasir, debu, deterjen, sabun, busa sabun, parfum, stres, gangguan emosi, klorin, serta penggarukan dan penggosokan.[4] Suhu lingkungan yang ekstrem, seperti cuaca dingin dengan kelembaban yang rendah dan udara kering, juga memperburuk penyakit ini.[4] Pada beberapa kasus, alergi terhadap makanan juga memengaruhi eksim. Contohnya makanan seperti susu sapi, ikan, telur, jeruk,kacang, dan gandum.[4]

Pengobatan

Eksim ringan tidak memerlukan pengobatan, tetapi hidrasi kulit harus dijaga supaya tidak terlalu kering. Di antaranya dengan menggunakan krim hidrokortison pada area kulit yang terinfeksi beberapa kali dalam sehari.[3] Untuk penderita eksim akut, dapat menggunakan krim steroid atau obat antihistamin untuk mencegah atau mengontrol rasa gatal.[3] Beberapa pengobatan lain untuk mengatasi eksim meliputi kompres dingin, antibiotik, kortikosteroid, dan fototerapi.[2]

Referensi

  1. ^ a b c (Inggris)Tim Mitchell, Alison Hepplewhite (2005). Eczema. Class Publishing. ISBN 978-1-85959-125-3..
  2. ^ a b c d e Eczema
  3. ^ a b c d e f Eczema: Patient Education Series, Brown University Health Services.
  4. ^ a b c d PATIENT INFORMATION – CUT OUT AND KEEP SECTION: Eczema, Professor John Murtagh and Australian Doctor.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Eksim

Wednesday, March 14, 2012

Forres

Forres mengandung Eperisone HCl 50 mg, memiliki efek pelemas otot dan vasodilator yang berkaitan dengan cara kerja obat tersebut pada SSP dan otot polos pembuluh darah, bekerja di sentral dan perifer, serta bersifat analgesik.
Composition

Tiap tablet salut mengandung Eperisone HCl 50 mg.

Pharmacology
Forres mempunyai efek pelemas otot dan vasodilator yang berkaitan dengan cara kerja obat tersebut pada SSP dan otot polos pembuluh darah. Forres bekerja di SSP, terutama pada sumsum tulang belakang, dengan cara merelaksasi otot rangka yang hipertonik melalui penghambatan refleks spinal dan menurunkan sensitivitas muscle spindle melalui pengurangan pelepasan gamma motorneuron. Forres mempunyai efek vasodilator yang meningkatkan sirkulasi. Forres juga memiliki sifat sebagai analgesik dan mampu menghambat refleks nyeri. Oleh karena itu forres efektif di berbagai tempat dalam memutuskan siklus miotonia.

Indication
Pengobatan simptomatik pada kondisi-kondisi yang disertai dengan spasme muskuloskeletal.

Warning
Dapat mengakibatkan lesu, pusing atau mengantuk, oleh karena itu sebaiknya pasien tidak mengendarai kendaraan bermotor atau mengoperasikan mesin. Hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Keamanan pada wanita hamil, menyusui dan pada anak belum terbukti.

Adverse Reaction
Efek samping yang timbul biasanya jarang terjadi seperti: ruam kulit, tidak bisa tidur, nyeri kepala, mengantuk, dan kekakuan pada lengan dan tungkai, gangguan pada saluran cerna, anuresis, inkontinensia nokturnal, gangguan fungsi hati dan ginjal, kelainan sel darah merah dan hemoglobin. Kadang terjadi lesu, pusing atau sakit kepala dan pengurangan kekuatan otot juga kemerahan pada wajah dan berkeringat.

Dosage
Untuk dewasa diberikan 3 tablet peroral sehari dalam dosis terbagi 3, diberikan setelah makan. Dosis dapat disesuaikan dengan umur pasien dan beratnya gejala.

Presentation
Forres, box berisi 5 strip @ 10 tablet salut selaput @ 50 mg No. Reg. : DKL0211635217A1.

http://www.kalbe.co.id/product-68-forres.html